Aku,
Aku lebih rapuh dari
biasanya
Kemarin ku cium tangan ayah bunda
tanpa seucap apa-apa
Ku langkahkan kaki menjauh
dari pintu
Kata mereka,
Tak ada secuil senyum
diwajahku
Aku,
Aku lebih rapuh dari
biasanya
Lebih rapuh dari kayu yang
digerogoti rayap-rayap disudut sana
Diuji bertumpuk-tumpuk
gunungan prahara
Pun silih berganti
perkara-perkara
Aku,
Aku lebih rapuh dari
biasanya
Di kepalaku segalanya beku
Buntu..
Tak ku temui temaram lilin
yang menyala
Sekalipun dihujani paksa,
Sia-sia..
Aku,
Aku lebih rapuh dari
biasanya
Bagai ranting kering yang patah
terinjak kaki-kaki manusia
Menuturkan kata hati yang
tak sempat terucap pada api
Hingga membentengi diri dari
suara tawa yang menyakiti
Aku,
Aku lebih rapuh dari
biasanya
Bahkan untuk berpura-pura
saja aku tak bisa
Seperti biasanya
Melipat duka, menggelar suka
Mama pun turut meneteskan
air mata pada akhirnya
Aku akan pulang dengan
lapang
Aku akan kembali dengan
berita bahagia
Seperti maumu aku akan pulih
seperti sedia kala
Purwokerto, 06.03.19
