Apakah kamu tau,
rasanya ketika kamu tidak pernah mendapatkan apa yang kamu mau?? Kamu
pernah?? Kita sama. Perihal cinta misalnya? Kamu menyukainya sejak lama
dan ia tak pernah tau tentang hal itu. Atau bahkan mungkin kau
menyukainya tetapi ia memilih orang lain menjadi tempatnya pulang. Itu
menyakitkan sekali bukan??
Aku ingat ketika 2
tahun lalu. Ketika tanah rantau menjadi persinggahan hidupku pada waktu
itu. Menjadi tempat pelarian bagiku dari kekejaman dunia yang tak
berpihak dengan jalan pikiranku. Aku melabuhkan hidup dibahunya. Saat
itu seseorang mengajakku pulang bersamanya ke kampung halaman. Hingga
ia akan menanggung semua biaya kepulanganku. Seseorang yang tak ku
sangka-sangka akan mengucapkan hal itu. Aku sangat senang dengan
ajakannya. Terlebih ia adalah seseorang yang ku sukai sejak lama waktu.
Aahh, jika kau di posisiku, apa jawaban yang akan kau berikan
padanya?? Pasti tak bisa menolak bukan?? Begitu pun dengan hatiku
mengatakannya.
Tapi pada kenyataannya
aku menolaknya. Bukan karena aku tidak mau. Tapi keadaan yang sangat
tidak memungkinkan untuk pulang. Aku masih mengejar target kehidupanku
kedepannya. Meskipun pada kenyataannya keberadaanku di tanah rantau
memang sedang gusar dan buyar. Tapi entahlah, perasaanku mengatakan hal
lain atas kepulangannya itu. Kepulangan yang terkesan mendadak dan
bahkan waktunya begitu singkat.
Dan di saat aku merasa
bersalah padanya karena telah mengecewakannya, beberapa hari kemudian
aku tau perihal kepulangannya. Adalah menyatakan cintanya kepada
seseorang yang sudah menjadi pilihan hatinya yang kesekian kali. Jika
kau berada di posisiku pada waktu itu apa perasaanmu?? Lalu bagaimana
denganku waktu itu jika aku menerima ajakannya?? Apakah aku akan bunuh
diri di rel kereta?? Atau aku akan berdiri di jalan raya menanti sebuah
bus menabrakku?? Atau aku akan loncat dari atas bukit yang tinggi??
Atau mungkin aku gantung diri di atas gedung?? Entahlahh. .!!
Yang ku tau perasaan
hatiku begitu sangat hancur ketika itu. Seperti halnya sedang mendaki
gunung, menikmati hawa dingin dan indahnya pemandangan, tiba-tiba
diterpa badai yang begitu besar. Yang menahan untuk tetap melanjutkan
perjalanan. Tapi apa yang bisa aku lakukan?? Tentang aku mencintainya,
biar saja itu menjadi urusanku. Dan bagimana dia terhadapku, aku tak
bisa berbuat apa-apa. Terserah padanya saja untuk itu. Nyatanya aku
harus melanjut hidup dan menggapai sesuatu yang menjadi tujuan awalku.
Masih banyak yang belum aku bereskan.
Bumi perantauan begitu
mengajarkan banyak hal bagiku. Bagaimana seharusnya memaknai hidup.
Hingga perihal asmara, mengapa dan bagaimana seharusnya bersikap dewasa
dalam hal cinta. Urusan cinta adalah poin ke sekian dari list hidup
(menurutku). Dan mengapa pada waktu itu aku tak menuruti keinginan
sesaat?? Sebab aku merasa sedang diuji perihal prioritas. Meskipun aku
ingin, tetapi jika tak berizin apa yang bisa dilakukan?? Aku mungkin
tidak mendapatkan apa yang aku inginkan, tapi nyatanya Tuhan telah
memberikan berlipat ganda segala sesuatu yang aku butuhkan.
.
.
Nusadadi, Sumpiuh 24/06/18
Tidak ada komentar:
Posting Komentar