Senin, 29 Juni 2020

MEGA HARAP

[MEGA HARAP]

"Pintalah apa saja pada Pencipta ;
Terlalu sedikit jika satu, boleh dua, tiga, atau seberapapun yang ingin kau punya".
Kalimat itu selalu terngiang di telinga. Tenggelam di alam bawah sadar hingga tak sekalipun terlupa.
.

Kita memang sama sekali tak bisa memegang stir kendali. Tapi skenario terbaik telah tersedia dengan alur yang sedemikian rupa. Ending terbaik pun telah diatur Sang Maha Sutradara.

Kita?
Kita hanya perlu percaya.

Ahh, terimakasih untuk hari-hari beratnya. Sulit dipercaya, sejauh ini bisa melewatinya.
.

Konflik seorang anak dengan keadaan ekonomi keluarga misalnya ;
Ia tak terlalu bodoh ; kepandaiannya di sekolah juga sedikit diatas rata-rata. NEM lulusan Sekolah Dasarnya pun cukup memenuhi syarat Masuk SMP Favorit. Hanya saja ia hanya harus menerima segala keterbatasannya. Toh dimanapun sekolahnya tak menentukan seberapa sukses masa tuanya.
Kata mama ; "Belajarlah yang rajin, kelak kau harus bisa mengangkat derajat dan martabat keluarga, supaya tak lagi di hina-hina".
.

Putri pertama memang seperti bahan uji coba. Tapi larutan seperti apa yang ingin kita cipta, orang tua hanya perlu demokratis dan bijaksana.
.

"Bagaimana bisa kau masuk SMA disana? Lalu bagimana nanti nasib kita?".

Begitulah resistensi yang diajukan mama papa. Dengan formulir dan persyaratan seadanya tekadnya tak bisa lagi dihalangi.
"Tak ada jalan lain. Maka ku tempuh jalur beasiswa ini". Katanya dengan penuh percaya diri dan semangat yang masih terus membara hingga hari ini.
.

Beruntung bagi mereka yang 'terbentur' lebih awal. Beruntung bagi 'Mereka' yang sudah mengkokohkan pondasi dalam hatinya lebih mula. Dan hari ini pasti ia telah sekuat baja. Atau mungkin telah menjadi kebanggaan keluarga?
.

Kini Putri kesayangan ayah bundanya telah tumbuh besar dan tamat SMA. Seperti tak jera, lagi-lagi Ia membangun harap yang lebih membara.
.

"Aku ingin Sarjana" Katanya.
"Tak ku ijinkan siapapun merendahkan kita"
"Nanti biar ku bayar lunas mulut-mulut biadab mereka dengan segala bunga-nya"
.

Mama papa turut berkaca-kaca. Putri manisnya ini memang sangat keras kepala. Tapi segala impiannya tak boleh mati begitu saja. Maka sampai hari ini mereka tak pernah lagi mengajukan resistensi.
.

Menjadi lulusan terbaik ialah satu bukti dari tekad besarnya membahagiakan keluarga. Bekerja di perusahaan ternama dengan jabatan dan gaji yang cukup adalah salah satu bonus dari setiap ketekunannya.
.

Ohh tentu bukan itu saja.. Kelak ia pun akan menjadi wirausahawan kaya raya.
.

Imaji liar dalam kepala memang selalu saja mengembara dengan suka cita. Biar saja. Nanti cobalah visualkan, supaya cepat menjadi nyata.

Tak mengapa. Nanti biar tangan tangan Tuhan yang bekerja mewujudkan apapun pinta seorang hamba.
.

Peradaban Manusia,
[Mega Harap],
📍 Kota Bercahaya,   2020