Minggu, 16 Januari 2022

Rekonsiliasi Afeksi


Pada doa yang tak kunjung diaminkan semesta
Aku mulai merasa sepi di garis cakrawala
Pada jalan-jalan dan pijaran lampu-lampu kota
Aku sudah bosan diperbudak realita

Kau tetap berjalan semakin jauh
Sedang aku seperti terpenjara di jeruji besi
Diantara pintu paling bimbang
Kau masih saja tak membiarkan aku menang
Kedua matamu masih menjadi sorot paling gemintang
Menatap teduh diantara celah-celah pohon-pohon rindang

Harusnya kau tau,
Bertahan mati-matian tidaklah semudah itu
Harusnya kau paham
Bayangmu tak turut tenggelam
Meski mata telah terpejam

Justru kau mencipta alur cerita yang lebih riuh di rotasi kepala
Mengusik ketenteraman jiwaku hingga setengah gila

Aku telah terbiasa dengan kepergian
Menjadi asing atas kehadiran
Persetan dengan perih
Bahwa kau tak bisa ku raih
Aku tak akan pernah patah
Meski harapan sudah benar-benar punah

Dan aku masih tetap ada tanpa kau pinta
Terus percaya pada apapun keputusan Maha Pencipta -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar